Teka Teki Tak Terpecahkan

Life is not simple, Life is not easy

Kata-kata itulah yang awali blog ini setelah berjuang 10 bulan mendampingi ayahku dalam penyakit misterius. Bolak-balik ke 11 Rumah Sakit, perjuangan semakin terasa berat. Beberapa dokter spesialis saraf memiliki diagnosa yang berbeda-beda sehingga wajar keluarga pasien ikut kebingungan. Berapa banyak obat & pengeluaran yg sudah tak terbayangkan. Setelah ikuti terapi bio imunomodulator, terakhir ayahku bukan divonis ALS tapi penyakit langka yang misterius, lalu ayahku sakit apa? Jelas ujian mental, spiritual & fisik sudah terasa berlipat ganda di atas rata-rata. Yup, nyatanya wajahku jauh lebih terlihat tirus beberapa kali lipat daripada saat lulus thesis 4 tahun lalu. Beberapa kali teman & kerabat keluarga berkunjung ke rumah ingin lihat kondisi ayah yg tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Di balik semua ini, satu kali ibuku sempat bercerita “Semua dokter tak bisa menjawab teka teki ini, ingat mereka hanya manusia biasa. hanya Allah dokter terbaik di muka bumi, Percayalah, mungkin ada jalan terbaik dari Allah, mungkinkah ini azab? belum tentu nak, tergantung bagaimana cara kita mempresepsikan sebuah kejadian. Jika berburuk sangka, maka ujian ini disebut azab. Jika berbaik sangka, maka ujian ini adalah anugrah. Jika kita berjuang hingga akhir, maka kita adalah pemenangnya. Mungkin setelahnya, kita hijrah menjadi manusia yg lebih baik & lebih menghargai arti hidup. Kita hanya bisa berusaha terbaik sebatas manusia biasa, selebihnya urusan Allah”.  Dari sini kuingat sepenggal ayat Alam Nasrah yg kuingat “Fa inna ma yusri urso”, di balik kesempitan ada kelapangan.

Taukah sesungguhnya harta mana yang paling terbesar di dunia? Uang? Jabatan? Kedudukan? Salah besar, jangan pertanyakan harta yang berhubungan dengan hal-hal yang duniawi.

Informasi

Itulah harta terbesar sesungguhnya yg sering dilupakan sebagian besar manusia, justru banyak yg tdk mensyukurinya. Jika dapat hidayah, minimal kita telah mendapatkan 1 berita positif di antara jutaan informasi di alam semesta. Saat kita mendapatkan informasi tentang kesehatan, maka kita akan berpikiran ingin hidup sehat. Tanpa informasi, tidak ada artinya hidup kita sebagai manusia.

Kuakui penyakit ayahku tetap teka-teki misteri terbesar hidupku saat ini, melebihi kapasitas kemampuanku sebagai manusia. Pelajaran terbesar yang bisa dipetik, sebanyak apapun harta yang berlimpah tidak akan mampu membayar penyakit yg tak terobati. Hargai setiap nafas dalam sehat. Bersyukurlah apa yang ada dalam kesederhanaan hidup, jangan berharap yg lebih di luar ekspektasi diri kita. Secukupnya dan semampunya. Manusia hakikatnya tidak bisa hidup sendiri. Sehebat apapun kita, ujung-ujungnya kita akan tetap kembali ke keluarga. ketika kita tiada, kita kembali pada Sang Pencipta (Dily Pratiwi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s