AKU & ALS

Bertarung melawan nasib selama hampir 2 tahun, melepaskan segala beban di hati. Hari ini, 24 Februari 2016, aku menyadari bahwa memiliki salah satu anggota keluarga pengidap ALS tidaklah mudah. ALS (Amyothrophy Lateral Sclerosis) menjadi salah satu penyakit syaraf yang paling langka di dunia. Berdasarkan beberapa penelitian di Amerika, 30.000 orang per tahun didiagnosa mengidap ALS. Lucunya, ayahku sendiri saat ini termasuk penyandang ALS masuk ke tahap kronis dengan hasil diagnosa dokter “Polineuropati type Axonal”. Aku termasuk anak yang awam sekali dengan istilah- istilah kedokteran seperti ini. ALS dapat diterjemahkan ke dalam beberapa julukan lain yaitu MND (Motor Neuron Disease) dan Lou Gehric Syndrom. Ada penelitian yang juga menyatakan bahwa hampir tidak ada bedanya antara ALS dan GBS (Guillain-Barré Syndrom), yaitu sama-sama tidak ada obat penawarnya. Hanya bisa bertahan hidup dengan obat-obat vitamin dan fisioterapi. Menurut opini pribadi, penyakit stroke terbilang penyakit umum di Indonesia dan banyak institusi organisasi dan NGO bekerja sebagai fasilitator di dalamnya, sedangkan ALS tidak ada di Indonesia. Sayangnya ALS tidak pernah terblow-up ke masyarakat umum padahal efek bahayanya luar biasa besar karena sifatnya auto-imun yaitu sel-sel badan merusak dirinya sendiri. Untuk kedepannya diary ini akan menuliskan lebih banyak perjalanan hidup ayah saya dalam melawan ALS (Dily Pratiwi).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s