Bohong Dusta itu Seperti Narkotik

Sering kali timbul sebuah pola pandang yang super sederhana dalam pemikiran kita, dengan tagline “Terkadang bohong itu nikmat lhooo” bagi tukang bual atau “bohong itu dosa” bagi kalangan priyayi yg alim. Coba deh boleh jujur, apakah seumur hidup kita tidak pernah berbohong sebagai manusia?? hahahaha  kita sebagai manusia pernah bohong, meskipun itu bohong putih yang tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Apakah kita boleh berbohong?? boleh, sah-sah saja jika kita melihat situasi jaman sekarang yg keras & dingin. Terkadang ada saatnya kita perlu menggunakan kebohongan sebagai senjata jitu pertahanan kita tapi digunakan dengan niat apa kita layak untuk berbohong. berbohong untuk niat kebaikan atau keburukan. Batas parameter pembedanya adalah bohong untuk memproteksi diri sendiri & keluarga dari kedzoliman orang lain atau memproteksi diri sendiri demi nafsu duniawi. Kebohongan yang baik selayaknya bisa terukur dengan hati nurani, moral dan akal sehat, maka mereka layak disebut sekumpulan orang smart yang mampu bikin strategi & mengambil keputusan yang tepat. Mereka tahu kapan mereka harus jujur dan kapan harus berbohong demi kebaikan, pantang bohong dusta. Pembohong yang paling  menyedihkan tetaplah pembohong dusta karena tetap keras kepala dengan nafsu diri. Terkadang kita lupa orang-orang inilah yang termanipulasi dengan entitas yg disebut “Bohong Palsu” sebagai kebutuhan dasar mereka, dunia gak lengkap tanpa kebohongan dalam 1 hari. Saya juga pernah menyaksikan perilaku satu teman sekolah saya kalo tiap hari gak bohong bagai makanan tanpa garam. Percaya atau tidak, sejauh saya memandang lepas diri yang sudah nikmat hidup penuh dengan kebohongan palsu itu sulitnya setengah mati seperti kecanduan narkotik atau rokok. Cara jitu melepaskan kebohongan dusta yang mengakar: percaya akan pertolongan Tuhan, banggalah & jadilah diri sendiri, karena kita sejatinya manusia lahir ke dunia untuk menjadi seorang pahlawan. Gak bisa mengubah dunia, minimal mengubah perilaku diri sendiri, mulai gak pernah bohong terhadap orang tua tentang apapun itu. Mereka jauh lebih respek & mengerti jika anak berkata jujur dari hati. Kenapa kita butuh bohong putih?? Yup, jelas kita tetap butuh hidup jujur tapi gak boleh naif dalam memandang sebuah kehidupan. Yang tetap perlu diingat adalah bohong dusta itu hal yg mengerikan seperti narkotik, jadi perlu dijauhi & jangan dicoba-coba masuk ke dalamnya. betulan susah keluarnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s